Hari ini adalah pertemuan pertama kami para anggota komunitas sejak ret" dan tema hari ini adalah more on Jesus.
To Love is a life style!
God was there in my past, God is here in my present, and surely He will be there in my future.
Hari ini adalah pertemuan pertama kami para anggota komunitas sejak ret" dan tema hari ini adalah more on Jesus.
Suatu hari aku pulang dari sebuah ret" tidak menggunakan bus.
Aku pulang naik mobil bersama seorang brother-ku di komunitas.
Berhubung ini brother temanku dr kecil kita cukup banyak memiliki teman" yang sama.
Mulai tanpa disadari kamipun mulai banyhak berbicara tentang hidup.
Salah 1nya mengenai perubahan dan gaya hidup.
Mulai bercerita tentang diri sendiri dan teman".
Melihat bahwa aku dan teman perempuanku memiliki pandangan hidup yang luar biasa bertolak belakang,
Bercerita tentang perbedaan pandangan teman" perempuanku yg sangat duniawi sekali sedangkan aku sebaliknya.
mengapa aku bisa berbeda?
Salah 1 alasan yg kutemukan adalah karena saat aku memulai kehidupan "membentu karakter" seorang dewasa dan sampai sekarang aku hidup dalam sebuah komunitas
Aku hidup dalam boundaris nilai" yg takut akan Tuhan.
Aku hidup dalam sebuah kounitas yg mengajarkan apa yg Alkitab katakan
Aku hidup dalam sebuah komunitas yg mengajarkan bahwa hidup sgt berharga hanya utk disia"kan
Aku hidup dalam sebuah komunitas yg memberikan pengaruh positif.
Komunitasku jug bukanlah komunitas sempurna, tetapi komunitasku setip hari belajar untuk menjadi sempurna seperti ajaran Yesus.
Aku bersyukur bertahun" ini aku hidup dalam komunitas tersebut.
Karena secara ga langsung aku dijaga untuk tetap on the track.
Aku mengenal Tuhan Yesus pertama kali saat aku berusia 17 tahun.
tetapi aku "main petak umpet" sama Tuhan selama kurang lebih 1 tahun.
Di usiaku yang ke 18 tahun aku benar" tunduk dan menyerahkan segalanya pada Tuhan di dalam sebuah retreat penyembuhan luka batin.
Sepulangnya dari retreat tersebut akupun memutuskan untuk ikut bergabung melayani Tuhan (yang mana pada awalnya aku sungguh ga paham mau lakukan apa,, >> gue akan tulis tentang ini lain waktu).
Dan setelah memutuskan melayani otomatis aku banyak mengikuti kegiatan-kegiatan rohani, mulai dari PD, KRK", seminar sampai retreat (ntah itu jadi peserta maupun jadi pelayan)
Dalam 1 tahun aku bisa 3-4 x mengikuti retreat.
Angka itu sesungguhnya angka mencengangkan mengingat bahwa aku bukan cuma full time pelayanan ataupun pengangguran.
Ada banyak kegiatan yang aku lakukan selain kuliah dan berorganisasi.
Seiring berjalannya waktu, dan semakin banyaknya kegitan rohani yang aku ikuti (serta banyak bertemu org" dalam Tuhan yg mana aku banyak sharing dan belajar dari mereka), aku semakin belajar bahwa hidupku yang kumiliki ini adalah sebuah kesaksian yang akan dilihat orang.
Orang" bukan cuma sekedar melihat aku sebagai seorang Flo
Orang" bukan cuma sekedar melihat aku sebagai seorang murid/pelajar
Orang" bukan cuma melihat prestasiku
Orang" bukan hanya melihat aku sebagai seorang pekerja or bekerja dimana
Orang" juga bukan melihat bagaimana karierku
Tetapi orang" melihat gaya hidup-ku
Orang" melihat Tuhan yang aku sembah
Orang" melihat Tuhan yang aku kasihi
Maka hidupku ini bukan lagi menjadi hidup yang 'biasa saja'.
Melainkan hidupku ini adalah sesuatu yang luar biasa
Yang perlu aku jaga kekudusannya
Yang perlu aku jaga kemurniannya
Yang perlu aku jaga sikap dan tutur katanya
Supaya serupa dengan panggilan sebagai anak" Allah
Karena sesungguhnya Roh Allah sungguh hidup dan hadir dari masing" dari kita, maka menjaga kekudusan hidup kita ini sudahlah sangat wajar.
Kita adalah alkitab berjalan, firman Tuhan sesungguhnya harus nyata dalam kita anak"Nya.
Kita tidak perlu berbicara panjang lebar untuk mewartakan firman Tuhan
Kita hanya perlu menjalankan firmanNya dan menjadi kesaksian yang sungguh hidup
Supaya setiap mereka yang bertemu dan melihat kita, mereka bisa meliah kasih Allah
Mereka bisa melihat bahwa Allah sungguh luar biasa
dan mereka bisa melihat kemuliaan serta karyaNya
Maka dari itu..
Teman, aku mau ajak semua dari kita untuk menjadi kesaksian yang sungguh hidup
Mari kita menjadi alkitab yang hidup bagi mereka yang tidak percaya padaNya
2 minggu belakangan ini aku cukup disibukan beberapa hal soal pujian penyembahan di komunitasku.
Renungan Rabu, 4 januari kemaren temanya adalah mengasihi.
Dan tema mengasihi selalu menyentuh hati tetapi perlu extra effort ketika melakukannya (setidaknya menurutku yah)
Today, God shows me how to love..
FYI aku perjanuari ini bekerja disebuah pre-school..
(finally, kembali bercengkrama sama anak" kecil. senangnya!!!)
Hari ini ketika aku sedang menggantikan baju anak kecil karena bajunya kotor akibat makannya yang belepotan.
Aku tersentuh dg sebuah bentuk kasih sayang dari anak itu.
Anak ini cukup aktif bergerak, sehingga aku ahrus menjepit dia diantara kakiku supaya dia tidak bergerak dan mau dipakaikan baju.
Saat mengganti baju tentulah dia berjarak sangat dekat denganku.
Dan saat itu dia melihat kancing teratas polo shirt-ku tiudak terkancing.
Tebak apa yg dia lakukan?
Dia mengancingkannya untukku (padahal aku sengaja ga kancingin krn ga mau lehernya nyesek)
Seorang anak usia 2 tahun itu sungguh menyentuhku hari ini.
Dia mengajarkan bahwa sebuah perbuatan yg simple bisa kita lakukan untuk menunjukan bahwa kita mengasihi orang lain.
Akupun teringat hidupku sendiri.
Aku mulai bertanya" apakah aku sungguh dapat melakukan sebuah hal simple buat org" diluar sana
Aku mulai bertanya" apakah aku bisa mengasihi orang tanpa berpikir "pantaskah org ini aku kasihi?"
Aku mulai bertanya" apakah aku sungguh menjadi seperti anak kecil yg selalu mencintai orang lain dan tidak berburuk sangka.
Seorang anak berumur 2 tahun melakukannya padaku.
Dia mengancingkan kancing seragam kerjaku
Dia melakukan sebuah bentuk kasih yg menyatakan padaku bhawa dia mengasihiku.
Aku belajar hari ini bahwa mengasihi bukan soal seberapa besar hal yg kita lakukan
Tetapi seberapa tulus kita mengasihi.
Dan aku belajar bahwa mengasihi bukan melihat siapa yg kita kasihi
Tetapi melihat bahwa mengasihi seharusnya dilakukan ke semua org.
Hari ini adalah hari pertama di tahun 2012.
Aku punya sebuah kisah memalukan!!
aku ga bisa naik sepeda.
Padahal umurku sudah 25 tahun
Dan padahal lagi, kebutuhan memiliki kendaraan beroda 2 sungguh dibutuhkan akhir" ini.
Berhubung papa-ku org yg memikirkan keselamatan dengan amat sangat, sehingga otomatis gue ga dikasih punya motor.
Aku menutup tahun 2011 dengan berlibur ke puncak.
Kita bermalam di sebuah pavillion villa seorang teman papaku.
dan didaerah villa terdapat penyewaan sepeda.
Dan pada akhirnya disewakanlah aku sebuah sepeda.
antara mau dan ga mau c naik sepeda.
Aku org yg paling ga suka terluka (baik fisik ataupun hati.. hahaha) jadi aku males banget latihan naik sepeda. wkwkwkwkwk
Akhirnya jadilah aku belajar naik sepeda. tentu dg bantuan si papa.
dengan perjanjian bahwa papa akan megangin tuh sepeda.
sebelum hampir jatuh aku selalu menurunkan kakiku utk menahan benda itu. karena aku ga segitu yakinnya papa bisa menjaga aku tetap seimbang. secara logika c begitu yah..
Tanpa sadar akhirnya aku berhasil mengayunkan tuh sepeda tanpa dipegang (gue diboongin saudara")..
ada waktu dimana gue jatuh dan terluka..
here's the photos: