I belive that...

God was there in my past, God is here in my present, and surely He will be there in my future.

Friday, May 23, 2014

Enjoy the traffic!

Hello everyone...

Ini sebuah renungan singkat yang berhasil terjadi sekejab.

Begini ceritanya...

Hari ini hari jumat selayaknya hidup di ibukota Jakarta yang utk mencapai tempat kerja aja perlu perjuangan...
hahahaha

Tiap hari supaya ga kena desek2an sama orang aku biasanya suka berangkat jam 5.45 paling telat.
Karena klo 1 menit aja telat biasanya suka nunggu buswaynya lama lagi.
Tapi pagi itu aku lagi super males, jadi sengaja deh bangun telat2 dikit.
Yang artinya,, aku sudah tau resikonya bahwa spjg perjalanan akan penuh sesak dan ga ada kemungkinan duduk.

Bener aja begitu sampe di halte aku telat beberapa menit aku liat bus gandeng yag biasa aku tumpangi lewat depan mata sedangkan aku naek tangga aja belom.
Seperti yang aku duga bahwa aku bakal nunggu cukup lama. Akhirnya aku nunggu ada sekitar 20menit utk dapat bus berikut, dan lagi2 sesuai dugaan aku bahwa akan ky pepes dan uda pasti aku berdiri.

Ditengah kesumpekan, seperti biasa sesuai rules bus harus berhenti disetiap halte utk mempersilahkan penumpang utk turun ataupun naik.
Hari ini tidak ada 1 orgpun penumpang yg turun, yang otomatis ga mungkin mengangkut penumpang lagi (karena pintupun sudah sulit utk ditutup.), lalu tiba2 ada ibu nyelak dari tengah" nyelak orang didepannya. setelah nyelak, rupanya sang petugas mo kasih dispensasi.
Melihat itu ada lg yg mau menyusup, tp ga dikasih. (klo dikasih pasti ga bisa nutup & akan membahayakan jiwa.)
Melihat sang petugas ga kasih, si ibu2 yg nyelak dan berhasil masuk dan dibiarkan sama petugas mulai marah".
Dia bilang "bus-nya gimana c, uda 1 jam ga lewat2, harusnya xxxxxxxxxxxxx" dan dia mulai marah2 panjang lebar.
Padahal aku tau betul bus gandeng itu belum ada 1 jam koq.
Aku kelewat beberapa menit sampe ga bisa naek dan harus nunggu sekitar 20 menit.

Dan kejadian kecil itu membawaku pd banyak kejadian dimana aku sering  marah2 or ngedumel sendiri krn terlambatnya si bus" itui.

Aku dibawa pada sebuah renungan singkat:
Klo ga mau penuh sesak ya berangkat lebih pagi or pulang lebih malem
Klo ga mau kena macet pergi pagian, pulang maleman
Klo mau duduk di busway, ya atur2 waktu lah.
Klo tempat kerja jauh kita punya 3 pilihan.
  1. Bersyukur dan menjaga pikiran tetep positif
  2. cari tempat kerja yg lebih dekat
  3. cari tempat kerja yg melawan arah macet
Lewat kejadian pagi ini, aku diingatkan utk kenapa harus menyalahkan orang lain. kita bisa koq bangun lebih pagi utk dapet apa yg kita mau.
Jakarta emang macet, tp kita punya kemampuan koq utk ga ngerasain macet itu dg bangun lbh pagi & bersedia pulang lebih malem.
busway emang lama koq, tp klo berangkat lebih pagi ga bakal lama2 amat koq (aku uda buktiin koq.. hehehe).
Aku bukan orang yg selalu ga kena macet.. Aku hampir tiap hari kena macet or seminim2nya aku selalu nunggu lama pas ganti busway mnju rumaku
Tapi aku rasa aku saat ini sedang sangat2 belajar utk ga complain melulu dan menyalahkan situasi dkknya.
Mungkin 1-2x aku masih tetep complain
Mungkin 1-2x aku masih tetep marah2
Tapi aku mau belajar untuk lebih bersyukur
Belajar utk enjoy dg segala kemacetan, kepenatan serta kesumpekan yg ada.

Hidup ini akan jauh lebih indah klo aku menikmati dan mensyukurinya
Jauh akan lebih baik bersyukur daripada terus menerus complain
Apa maknanya hidup yg aku jalani klo aku ga hepi dan menikmatinya?

Mari belajar memulai hari ini dengan rasa syukur & senyuman manis
karena segalanya jauh lebih indahuntuk dijalani dibanding kita memulainya dengan complain & blame the others..

So, let's enjoy the traffic! ahahaha

P.S: Special thank you buat ibu2 yg td uda marah2 sm petugas busway. krn ibu2 itu marah2 maka renungan ini muncul.



In Memoriam Syennie Wikarsa Ng

23 May 2014,
Tepat 6 bulan sudah Mama pulang ke rumah Bapa.
6 bulan sudah keluarga kami berjumlah 4 orang
6 bulan sudah aku tidak melihat kehadirannya secara fisik dirumah ataupun dikeseharianku
6 bulan sudah hidup kami berubah.

Saat aku masih berusia lebih muda dari sekarang seorang temanku ditinggal mamanya kerumah Bapa.
Saat itu aku melihat kehancuran hati yang luar biasa dasyat.
Ketika teman, relasi dan saudara2nya datang melawat air matanya tak kunjung berhenti.
Seketika itupula aku membayangkan kalau aku yang mengalaminya, mungkin reaksinya akan sama percis atau malah lebih parah.

23 November 2013
Adalah hari dimana Mama pulang kerumah Bapa disurga.
Subuh itu tiba2 Papa ditelpon pihak rumah sakit untuk datang karena Mama kritis (hmmm Mama ga pernah ijinin kami menginap di RS, jd kami selalu pulang ke rumah. Thank God rumah n RS pantat"an, jd ga butuh waktu lama utk mencapainya).
Sejak tlp berdering itu aku tidur dg sangat gelisah. stengah 6 pagi PRT kami masuk kamar dg bercucuran air mata dan bilang " Ci, mama udah ga ada".
Aku hanya bisa diam.
Tidak ada air mata mengalir.
Aku baru mulai menangis ketika aku harus mengabarkan saudara"ku.

5 hari dirumah duka aku lewatkan tidak dengan banyak air mata.
Aku menangis lebih banyak hanya pada saat malam kembang dan saat peti mulai masuk oven utk di kremasi.

Aku berpikir dg sangat keras, mengapa aku tidak menangis dengan lebay?
Apakah aku menjadi anak yg durhaka karena tidak menangis pada hari kepulanganNya?
Apakah aku tidak cukup mempunyai hati utk menyayanginya samapai disaat mama pulang kerumahNya aku tidak menangis dengan lebay?
Dan jawaban pertanyaan ku adalah semua karena rahmat dan kasihNya.
Setelah hari demi hari aku lihat bahwa proses Mama sakit membuat kami sekeluarga memprsiapkan diri utk kepulangannya ke rumah Bapa.

Sepanjang mama sakit tak pernah putus kami melihat karya kasih Tuhan yang begitu luar biasa.
Tuhan selalu mencukupkan kami dengan uang serta dengan kasih dari orang-orang sekitar
Tuhan menemani kami di setiap proses yang ada.
2 tahun Mama sakit, tidak 1 haripun aku melihat Tuhan meninggalkan kami.

Bantuan doa, tenaga, uang, serta liumpahan kasih selalu hadir bahkan disaat kami ga lagi mampu meminta.
kalau saat aku menulis ini aku menitikan air mata aku sungguh bersyukur memiliki Allah yang beitu luar biasa.
Dengan rahmatNya yang begitu luar biasa Ia memampukan kami merelakan kepergian Mama kami.
Dan Ia juga yg memberikan kasih. Merengkuh kami dalam pelukanNya dan membuat kami yakin bahwa Tuhan sayang sama Mama, sehingga Ia memanggil mama pulang.supaya Mama ga perlu lagi mengalami sakit, krn Tuhan tahu ketika mama [ulang kerumah Bapa, mama akan berbahagia.

Ketika 6 bulan terlalu berlalu
Masa duka sudah kami lewati
Aku sungguh melihat bahwa Mama pulang kerumahNya karna Tuhan sayang Mama
Dia tidak ijinkan putriNya mengalami kesakitan terlalu lama.
Maka Ia memanggilnya pulang.

Bagi kami yang ditinggalkan, dangan rahmat dan kasihNya, aku melihat bahwa sakitnya Mama dan kepulangan mama ke rumah Bapa membawa kami jauh jauh jauh lebih dekat padaNya.
Kami belajar arti berserah,
Kami belajar percaya pada pemeliharaan Bapa.
Dan kami belajar berjalan dengan iman kami.

Terimakasih Tuhan atas rahmat dan kasihMu. kalau bukan karena Engaku, kami tak mampu berdiri dan menghadapi semuanya.


Template by:

Free Blog Templates