I belive that...

God was there in my past, God is here in my present, and surely He will be there in my future.

Friday, May 23, 2014

In Memoriam Syennie Wikarsa Ng

23 May 2014,
Tepat 6 bulan sudah Mama pulang ke rumah Bapa.
6 bulan sudah keluarga kami berjumlah 4 orang
6 bulan sudah aku tidak melihat kehadirannya secara fisik dirumah ataupun dikeseharianku
6 bulan sudah hidup kami berubah.

Saat aku masih berusia lebih muda dari sekarang seorang temanku ditinggal mamanya kerumah Bapa.
Saat itu aku melihat kehancuran hati yang luar biasa dasyat.
Ketika teman, relasi dan saudara2nya datang melawat air matanya tak kunjung berhenti.
Seketika itupula aku membayangkan kalau aku yang mengalaminya, mungkin reaksinya akan sama percis atau malah lebih parah.

23 November 2013
Adalah hari dimana Mama pulang kerumah Bapa disurga.
Subuh itu tiba2 Papa ditelpon pihak rumah sakit untuk datang karena Mama kritis (hmmm Mama ga pernah ijinin kami menginap di RS, jd kami selalu pulang ke rumah. Thank God rumah n RS pantat"an, jd ga butuh waktu lama utk mencapainya).
Sejak tlp berdering itu aku tidur dg sangat gelisah. stengah 6 pagi PRT kami masuk kamar dg bercucuran air mata dan bilang " Ci, mama udah ga ada".
Aku hanya bisa diam.
Tidak ada air mata mengalir.
Aku baru mulai menangis ketika aku harus mengabarkan saudara"ku.

5 hari dirumah duka aku lewatkan tidak dengan banyak air mata.
Aku menangis lebih banyak hanya pada saat malam kembang dan saat peti mulai masuk oven utk di kremasi.

Aku berpikir dg sangat keras, mengapa aku tidak menangis dengan lebay?
Apakah aku menjadi anak yg durhaka karena tidak menangis pada hari kepulanganNya?
Apakah aku tidak cukup mempunyai hati utk menyayanginya samapai disaat mama pulang kerumahNya aku tidak menangis dengan lebay?
Dan jawaban pertanyaan ku adalah semua karena rahmat dan kasihNya.
Setelah hari demi hari aku lihat bahwa proses Mama sakit membuat kami sekeluarga memprsiapkan diri utk kepulangannya ke rumah Bapa.

Sepanjang mama sakit tak pernah putus kami melihat karya kasih Tuhan yang begitu luar biasa.
Tuhan selalu mencukupkan kami dengan uang serta dengan kasih dari orang-orang sekitar
Tuhan menemani kami di setiap proses yang ada.
2 tahun Mama sakit, tidak 1 haripun aku melihat Tuhan meninggalkan kami.

Bantuan doa, tenaga, uang, serta liumpahan kasih selalu hadir bahkan disaat kami ga lagi mampu meminta.
kalau saat aku menulis ini aku menitikan air mata aku sungguh bersyukur memiliki Allah yang beitu luar biasa.
Dengan rahmatNya yang begitu luar biasa Ia memampukan kami merelakan kepergian Mama kami.
Dan Ia juga yg memberikan kasih. Merengkuh kami dalam pelukanNya dan membuat kami yakin bahwa Tuhan sayang sama Mama, sehingga Ia memanggil mama pulang.supaya Mama ga perlu lagi mengalami sakit, krn Tuhan tahu ketika mama [ulang kerumah Bapa, mama akan berbahagia.

Ketika 6 bulan terlalu berlalu
Masa duka sudah kami lewati
Aku sungguh melihat bahwa Mama pulang kerumahNya karna Tuhan sayang Mama
Dia tidak ijinkan putriNya mengalami kesakitan terlalu lama.
Maka Ia memanggilnya pulang.

Bagi kami yang ditinggalkan, dangan rahmat dan kasihNya, aku melihat bahwa sakitnya Mama dan kepulangan mama ke rumah Bapa membawa kami jauh jauh jauh lebih dekat padaNya.
Kami belajar arti berserah,
Kami belajar percaya pada pemeliharaan Bapa.
Dan kami belajar berjalan dengan iman kami.

Terimakasih Tuhan atas rahmat dan kasihMu. kalau bukan karena Engaku, kami tak mampu berdiri dan menghadapi semuanya.


0 comments:

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates