I belive that...

God was there in my past, God is here in my present, and surely He will be there in my future.

Sunday, August 3, 2014

He Cares

December 2013, aku memutuskan mengambil komitmen dalam sebuah cell group orientasi dari sebuah komunitas yang bernama Domus Cordis.

Sejujurnya aku ga pernah tahu mau dibawa kemana aku oleh Tuhan bersama komunitas ini. tapi aku memilih untuk menjalaninya sebagai sebuah komitmenku terhadap Tuhan sebagai bentuk rasa cintaku padaNya.

Saat pertama kali datang aku berusaha membuang segala identitas yang pernah ada termasuk segala jenis pelayanan2 yang pernah aku lakukan di komunitas lamaku.
Besar harapanku utk hanya menjadi seorang umat aja 1 thn kedepan. bener2 duduk dan mendengarkan saja.
Beberapa bulan itu terjadi  dengan sgt sgt smooth. yang artinya aku benar-benar jadi umat.tetapi belakangan ini ga lagi terjadi seperti biasanya. karena aku mulai terlibat dalam pelayanan.

Oh ya saat aku memutuskan bergabung dalam pertemuan orientasi ini aku juga sedang mengikuti kursus yang ditujukan utk mewartakan sebuah karya pewartaan mengenai teologi tubuh yang disampaikan oleh St. John Paul II semasa hidupnya. yang mana kursus ini adalah sebuah karya pewartaan dari Domujs Cordis.
Sehingga relasi yang terbangun lebih cepat terbangun.

Suatu kali ada pengumuman dan tawaran mengenai mission trip ke Atambua yg memang selalu dibuka utk para member yg mau dan bersedia merelakan waktu, tenaga dan uangnya utk pergi ke Atambua utk melayani frater2 muda. Well begitu tau soal mission trip ini sebenarnya aku pernah bertanya ke beberapa teman yang sudah lebih lama di komunitas ini. Dan aku memutuskan utk ga ikut. mengingat bahwa aku orang yg suka geli-an sm wc yg bukan wc sendiri, ditambah efek kerja di tempat yg super higienis itu mnjadi hal no 1 yg diperhatikan (maklum clientnya anak2 kecil.. hehehehehe) jadilah aku merasa drpada smp sana aku jd cranky krn ga tau sikonnya. mending ga usah ikut lah.so aku ga budgeting dana buat itu. dan budget tersebut aku limpahkan ke tempat lain.

dan...

Jeeeeeeng..jeeeeeeng!!

Suatu malam setelah pulang kursus. kami ngobrol2. Disitu ada Ko riko sebagai gembala utama komunitas kami. dan Ko Rikopun mulai mengeluarkan giftnya utk memberikan berkat kepada orang2 utk mengembangkan talenta yang Tuhan sudah kasih ke kami untuk kemuliaan Tuhan.
which is artinya aku diminta membawakan 1 sesi di Atambua. akupun menolak dengan berbagai alasan. dan alasan terkuat adalah ga ada budgeting.dan malam itu aku berjanji memberikan kabar besok malam paling terlambat.

Percakapan malam itu membuat sebuah petikan kalimat di bible tentang talenta. Tau ga itu ayat adalah ayat yg sll aku pake klo minta timku dulu  utk pelayanan. dan kali ini tuh ayat berbalik padaku.
Well... ngomong sih memang gampang ke orang lain. tetapi begitu itu kebali padaku rasanya sulit lhooo. Malam itu aku pulang dengan sebuah perasaan kacau balau. Di satu sisi aku tahu bahwa ketika Tuhan kasih talenta itu bukan utk disimpen sendiri tetapi dipakai utk memuliakan Tuhan. tetapi disisi lain, aku merasa bahwa aku kebentur soal urusan dana dan juga berarti aku harus ninggalin rumah yg lg ga ada helper krn pulkam utk merayakan lebaran. yg artinya bokap gue ga ada yg ngurusin.dan aku nyaris ga tidur karena aku tahu bahwa ada 1 pilihan sulit yang harus aku ambil.

esok paginya akupun akhirnya mengatakan "ok aku ikut". dan sebelum aku mengatakan aku ikut aku cuma bilang. Ok God. aku pergi. tapi aku ga punya uang di pos "Atambua" ini. bahkan aku ga tau bagaimana hidupku di atambua nanti.


Setelah mengatakan iya, aku hidup seperti biasa. ke komunitas. ke pekerjaan.
Lalu 2 hari sebelum keberangkatan menuju Atambua adalah hari ulang tahunku.
aku terlalu sibuk mengurus ini itu termasuk ngurusin kerjaan rumah sampai2 aku lupa tentang bagaimana nanti aku di Atambua.
24 July 2014 malam aku ada pertemuan komunitas di daerah pejompongan.yg mana aku biasa baru smp rumah jam 11. 30 mlm. stengah jam kemudian aku merayakan pergantian umurku.
Pulang dari pertemuan komunitas malam itu bagai surprise yg aku ga tau aku harus bilang apa.
aku menemukan ditempat tidurku ada angpao cukup tebal
yg berisi uang yg cukup & utk pertama kalinya aku ulang tahun Papaku kasih kado ultah. & aku ga pernah ekspektasikan itu dari seorang papa yg selama ini selalu ngandelin orang lain utk ingat ultah anggota keluarganya.
utk pertama kalinya sejak aku kerja aku diberikan kado lagi,

well. FYI aja papaku ga tau mission trip ini kami menggunakan biaya pribadi. jadi tentu papa juga ga tau klo aku ga tau bagaimana hidupku nanti di Atambua.

Hmmm
aku bukan orang yg mudah percaya akan sign.
tapi kado tersebut bukti nyata bahwa Tuhan sungguh pelihara aku
kado tersebut menjadi kado teristimewa dai Tuhan di hari ulang tahunku.
Kado tersebut juga meneguhkan imanku bahwa Tuhan pelihara aku.
ketika aku mengatakan "ya" utk panggilanNya maka Dia yg akan persiapkan segalanya. (Sssssssst.. bahkan aku bs bawa pulang se'i babi buat oleh2 orang rumah)

Dan hari2 di Atambua aku sungguh liat kasih Tuhan begitu besar lewat orang-orang yang kami jumpai serta menjamu kami tak habis-habisnya (aku crita lain waktu soal yg ini).

Dan sekali lagi Tuhan ajar aku, saat kita mau do something buat kemuliaan Tuhan, saat itupulah Tuhan mempersiapkan segalanya bagi kita. sekalipun melalu mata manusia itu sulit dicerna oleh akal sehat kita.
Dia adalan Tuhan yang sungguh peduli kepada kita bahkan utk masalah paling kecil sekalipun.






1 comments:

agnes said...

Thankyouu sharing nya cii..sangat memberkati..keep on fire! Gbu :)

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates